Menguasai Cara Mencegah Dermatitis Atopik

Definisi dari dermatitis atopik

Penyakit kulit biasanya banyak melanda anak-anak, karena aktivitasnya yang lebih bebas dan mereka tidak takut untuk berpanas-panasan, berbasahan, maupun main kotor-kotoran. Kita mungkin sudah lebih familiar dengan eksim. Penyakit kulit yang menyerang anak-anak ini biasanya membuat para orang tua menjadi merasa frustasi karena rasa gatal yang ditimbulkan dari penyakit ini dapat mengganggu aktivitas si kecil, baik saat tidur, bermain, hingga ketika belajar. Dermatitis sendiri memiliki beragam jenis dan salah satunya adalah dermatitis atopik. Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronis yang menimbulkan peradangan pada kulit, dan menyebabkan rasa gatal, kulit yang kering, dan kulit pecah-pecah. Jika dibiarkan saja, maka akan memperburuk kondisi kulit anak. Karena biasanya pada saat malam hari, intensitas gatal akan semakin meningkat dan akan mengganggu aktivitas anak-anak kita, mereka pun juga tidak akan nyaman saat bermain. Lebih parahnya lagi, penyakit kulit satu ini tidak bisa disembuhkan. Lantas, bagaimana cara mencegah dermatitis atopik?

Sumber gambar: unsplash.com

Mereka yang beresiko mengalami dermatitis atopik

Semua orang memiliki resiko yang sama, terutama mereka yang saat kecilnya mengalami dermatitis atopik ini. Maka sudah pasti bahwa mereka akan mengidap dermatitis atopik seumur hidup. Karena pada dasarnya penyakit kulit satu ini tidak dapat disembuhkan, melainkan hanya bisa dikontrol sejak usia 3 hingga 11 tahun di mana momen tersebut merupakan waktu yang rawan bagi gejala dermatitis atopik muncul.

Penyebab Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik ini termasuk penyakit kronis, di mana si penderita tidak bisa sembuh dari penyakit kulit ini. Bahkan penyakit ini dapat menyerang kembali jika terdapat faktor pemicunya. Faktor pemicu bagi setiap orang berbeda-beda, ada yang dikarenakan daya tahan tubuh yang menurun, sensitif akan debu mauoun bulu hewan, faktor dari cuaca ekstrim seperti terlalu panas atau terlalu dingin, stres, bahan pakaian, gigitan serangga, alergi terhadap makanan, penggunaan produk sabun atau perawatan kulit, faktor genetik, atau adanya zat iritan.

Cara mencegah dermatitis atopik

Karena pengobatan yang diberikan untuk penderita dermatitis atopik bukan bertujuan untuk menyembuhkan, namun kita tidak perlu khawatir karena masih bisa melakukan pencegahan. Karena ada pepatah mengatakan bahwa “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Dilansir dari Alodoc, penanganan dermatitis secara mandiri berupa pengendalian stres, tetap menjaga kesehatan kulit, dan menghindari faktor pemicu eksim tersebut. Namun, jika dermatitis sudah terlanjur menyerang, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan para ahli agar mendapatkan pengobatan. Pengobatan setiap orang pun berbeda, biasanya pengidap eksim ini akan mendapatkan pengobatan oral, oles, dan phototherapy.

Pencegahan yang dilakukan untuk menghindari anak kita dari dermatitis atopik ini bisa dilakukan secara mandiri. Misalnya dengan mengganti produk sabun yang digunakan saat mandi, yaitu sabun yang ber-PH netral atau yang mengandung pelembab, menggunakan krim khusus yang dioleskan ke kulit setiap kulit menunjukkan gejala awal dermatitis atopik, menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat dan pastinya dengan bahan pakaian yang nyaman, mencuci pakaian menggunakan sabun deterjen yang lembut dan baik untuk semua bahan pakaian. Penggunaan lotion juga perlu dilakukan untuk mencegah kulit menjadi lebih kering. Dan perhatikan juga untuk menghidrasi kulit dari dalam yaitu dengan rutin minum air putih minimal 8 gelas per hari. Dengan mengetahui faktor alergan dari bahan makanan pun juga akan sangat membantu kamu untuk mengurangi gejala dermatitis atopik ini.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *